[Review] Divergent

Divergent_film_poster

Divergent (2014)
Duration: 139 minutes
Based on: Divergent by Veronica Roth
Casts: Shailene Woodley, Theo James, Kate Winslet, Jai Courtney
Screenplay by: Evan Daugherty, Vanessa Taylor
Directed by: Neil Burger

Intisari: Chicago di masa depan diceritakan menjadi sebuah kota yang menutup diri dari dunia luar demi menjaga perdamaian dan kesejahteraan penduduknya. Semua penduduk hidup dalam sebuah sistem yang membagi mereka ke dalam lima kategori sosial, yaitu Abnegation (pelayan sosial), Amity (petani), Candor (pengacara dan penegak hukum), Dauntless (penjaga keamanan), dan Erudite (kaum kerah putih yang pintar). Beatrice, remaja 16 tahun dari golongan Abnegation yang tidak mementingkan diri sendiri dan hidup sangat sederhana, mengalami dilema saat mengikuti tes golongan. Hasil tesnya menunjukkan dia bisa masuk ke dalam tiga golongan, yaitu Abnegation, Dauntless dan Erudite. Orang yang mendapat hasil tes golongan lebih dari satu disebut Divergent dan mereka dianggap berbahaya karena tidak bisa dikontrol oleh pemerintah sehingga biasanya dibunuh. Meski berjanji untuk merahasiakan hasil tesnya, Beatrice memilih untuk masuk ke dalam golongan Dauntless dan meninggalkan ayah ibunya. Sementara sang kakak memilih bergabung dengan Erudite. Berapa lama Beatrice bisa menyembunyikan identitasnya sebagai seorang Divergent?

Div2

# # #

Oke, gue ngaku nonton film ini murni cuma pengen fangirling mandangin mukanya Theo James aja. Yes, I am that shallow. Tapi gue yakin banget ada banyak cewek di luar sana yang juga melakukan hal sama, jadi gue nggak ngerasa bersalah apalagi nyesel nonton film ini, hahaha~

Divergent sedikit banyak mengingatkan gue akan film The Host dan serial Harry Potter. Seperti Melanie Stryder di The Host, Beatrice adalah seorang remaja cantik yang menentang sebuah sistem yang diberlakukan di tempat mereka tinggal. Sistem sosial yang membagi penduduk ke dalam sebuah golongan tertentu mengingatkan gue akan pembagian asrama di sekolah sihir Hogwarts, di mana Harry Potter yang potensial masuk asrama Slytherin karena kecerdikan dan anugrah parseltongue yang tidak disadarinya, memilih untuk masuk Gryffindor yang menaungi para penyihir baik hati dan gagah berani.

Sebagai seorang gadis remaja 16 tahun (yang lagi puber) dari golongan Abnegation, wajar banget kalo Beatrice pengen segera meninggalkan golongannya. Siapa sih yang nggak pengen? Bayangin aja, kaum Abnegation pakaiannya sederhana banget dan boro-boro dandan, ngaca aja nggak boleh lama-lama, kakaaaak~

Nggak heran kalo Beatrice, yang kemudian berganti nama jadi Tris, pun merasa ada yang hampa dalam hidupnya.. Bisa dibilang Abnegation adalah golongan pertapa, kalo nggak mau dibilang miskin, karena mereka hidup dengan seadanya dan mengabdikan dirinya demi menolong orang lain yang sakit, menderita, atau berada di luar golongan.

Gue emang yakin kalo Tris bakalan pindah golongan saat dia menjalani tes kemampuan bersama abangnya. Dan meskipun udah liat trailernya, gue masih tetap takjub melihat si Tris ini milih bergabung dengan Dauntless saat upacara pemilihan golongan.

02WM1X

Bukan, ini bukan Rapat Dengar Pendapat di DPR RI. Ini suasana upacara pemilihan golongan di mana Tris dan abangnya meninggalkan ayah dan ibu serta golongan lama mereka di Abnegation.

Kalo dari Abnegation pindahnya ke Amity, golongan petani yang ceria dengan pakaian a la hippies, mungkin masih bisa masuk di akal gue ya. Tapi ini dari Abnegation ke Dauntless yang pemberani dan cenderung keras dan brutal hidupnya. Well, namanya juga film yang diangkat dari novel, jadi suka-suka yang ngarang ceritanyalah ya.. Gue cuma duduk manis sambil menanti kemunculan Theo James yang super seksi itu.

Transformasi drastis Tris dari gadis sederhana Abnegation menjadi cewek jagoan di Dauntless tentunya bukan tanpa halangan sama sekali. Bergabungnya seseorang ke sebuah golongan baru ternyata bukan sekadar upacara pemilihan yang diakhiri dengan tepuk tangan meriah aja. Setidaknya, itu nggak berlaku bagi mereka yang memutuskan untuk bergabung dengan Dauntless. Gue setengah ngeri waktu ngeliat Tris dan teman barunya, Christina dari Candor, harus loncat dari gerbong kereta menuju atap bangunan markas Dauntless. Hah, nggak salah tuh? Loncat dari gerbong kereta? Ini ceritanya gabung sama golongan penjaga keamanan atau penumpang gelap KRL yang doyan naik ke atap kereta sih?

Nggak cukup cuma loncat dari kereta, Tris dkk juga harus loncat dari atas bangunan ke sebuah lubang besar menganga di bawah tanpa tahu apa yang menanti mereka di dasarnya. Bagus. Baru hari pertama gabung udah disuruh bunuh diri. Ini mah bukan golongan orang pemberani, tapi kumpulan orang yang udah bosan hidup.

Div6

Kalo tau yang nunggu di bawah gantengnya kayak gini sih, gue dengan sukarela terjun duluan ;D

Hari-hari berikutnya baik Tris maupun Christina menjalani rutinitas dengan berlatih baik fisik dan mental untuk menjadi anggota Dauntless sejati. Di sini gue suka banget ngeliat perubahan Tris, dari yang tadinya memakai baju-baju longgar berwarna abu-abu jadi celana dan jaket kulit yang keliatan keren di badannya. Warna rambut dan mata Tris jadi keliatan menonjol, bikin dia keliatan lebih cantik. Pastinya, ini nggak luput dari perhatian Four, yang diperankan oleh Theo James, salah satu pimpinan atau anggota senior di Dauntless. Tau aja nih cowok ada yang bening dikit langsung deh dideketin, hahaha~

Sudah bisa ditebaklah ya kalau pada akhirnya Tris dan Four saling suka. Gue aja DEMEN BANGET ngeliatnya, hahaha~ Ya, kalo nggak dapet si Four, boleh deh dapetin Eric (Jai Courtney) leadernya Dauntless yang kadar ketampanan dan keseksiannya tumpah ruah! Jahat dikit gapapalah, yang penting dapet si abang kece :p

Anyway, film ini nggak seburuk yang gue bayangkan kok. Gue malah suka nontonnya karena ide ceritanya sebenernya seru juga. Ditambah lagi ada Kate Winslet yang berakting sebagai antagonis yang kalem namun nyebelinnya minta ampun, bikin pengen ngejambak rambutnya sampe botak. Dari segi akting, gue cuma suka sama aktingnya Kate Winslet dan Shailene Woodley si cewek Abnegation beralih ke Dauntless itu. Dua-duanya berakting pas dengan porsinya dan berhasil bikin gue merasa terikat dengan keberadaan mereka selama film diputar.

Aktor dan aktris lainnya belum ada yang berhasil menggerakkan emosi dan meyakinkan gue dengan baik. Keberadaan mereka lebih seperti figuran yang sibuk seliweran dalam balutan busana yang aneh atau menarik perhatian mata. Ya bukan salah mereka juga sih harus bersanding dengan Winslet dan kebagian peran maupun dialog yang kalah menonjol dari Woodley. Meski begitu, gue cukup terkesan dengan keseluruhan cerita yang dirangkai dengan baik dan juga kostum setiap pemeran yang selalu berhasil bikin gue memerhatikannya dengan seksama meski hanya untuk beberapa detik.

Divergent memang bukan film yang bikin penonton banyak mikir apalagi merenung. Film ini hanyalah sebuah hiburan ringan yang disuguhkan untuk membuat penontonnya, terutama wanita-wanita muda hobi fangirling macam gue, merasa terhibur. Terlepas dari semua itu, ada hal menarik dari Divergent yang menjadikan film ini wajib tonton bagi para gadis remaja (ceileeh, bahasa gueee…), yaitu untuk menjadi berani dan jangan mau hidup terjebak di zona nyaman.

We are too old to be living in such environment. Live freely and be your boldest self.

47svD0 (1)

I’m a bird! Wheee~heeee!

Quotes: The future belongs to those who know where they belong (Janine Matthews)

# # # FANGIRLING BONUS # # #

Jai Courtney :-*

Use Facebook to Comment

comments

7 Comments

  • Erudite April 4, 2014 at 7:47 am

    Maybe rather than using their jobs, you could’ve described each faction by using their special nature/traits? after, it’s what makes each faction different, and the faction system is all about the different traits of each person 🙂

    Reply
    • Erudite April 4, 2014 at 12:00 pm

      *after all, sorry 🙂

      Reply
    • dearmarintan April 5, 2014 at 7:00 pm

      Hi, Erudite! Thanks for dropping by and commenting on this post. Are you Indonesian or from other countries? Yes, you are right. I can use the special traits to describe them like how other movie reviewers do. I tried actually, when writing the draft. But it takes more space and words to describe them according to the traits in Bahasa Indonesia than by the occupations. Anyway, thanks for the comment. I highly appreciate it 🙂

      Reply
  • Erudite April 6, 2014 at 4:49 pm

    I’m Indonesian 🙂 Yeah i can see how it would take more space and words to describe. But you know, the whole ‘Divergent’ thing is about a person with two or more natural traits that makes them unfit for any of the faction because each faction has their own traits, and the Divergents don’t have special jobs in the society, right? Which means the traits plays the main role here 🙂 Yeah but well, if Jeanine Matthews is going around killing the Divergents then they would never have any special jobs anyway -__- But it’s good to see another point of view in describing this story, it just kinda bugs me (because i never found a review that uses the jobs instead of the traits) but it isn’t wrong. The factions got their own jobs. All in all, great review!
    P.S : Read the book when you got the chance, i’m sure you’ll like it! 😀

    Reply
    • dearmarintan April 6, 2014 at 6:23 pm

      Wow, cool! That means you have read a lot reviews out there.. Do you write your own review? Do you have a movie review blog like this, too? If yes, kindly put the link here so I can read yours, too 🙂

      I want to read the book, but I prefer the English version. I’ll look for it the next time I visit a bookstore 🙂

      Reply
      • Erudite April 7, 2014 at 12:27 pm

        Yes, i did. Daily visitor of IMDb and stuff, haha. Unfortunately, no, never had the time (more like too lazy to do it) and i think i’m too young and not-so-experienced to start my own movie review blog 😀
        I read the English version too. Yes you really should, and i hope you have fun reading it 🙂

        Reply
  • dWi (@Ki_seKi) November 12, 2014 at 3:29 am

    baru aja kemarin teman2 sekantor nyaranin ngliat pilem ini, eeh begitu liat karakter yang mereka bilang HOT ini tadi matanya mirip2 tmn kantor yg nyebeliiiiin….mendadak malah kena timpuk teman2 sekantor wkwkwkwkwkkwk
    ooops komen apa curcoool ini yak ^^

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: