[Review] Big Hero 6

Big_Hero_6_(film)_poster

Big Hero 6 (2014)
Duration: 102 minutes
Casts: Scott Adsit, Ryan Potter, Daniel Henney, T.J. Miller
Screenplay: Robert L. Baird, Dan Gerson, Jordan Roberts
Based on: Big Hero 6 by Man on Action
Directed by: Don Hall, Chris Williams

Intisari: Hiro Hamada adalah seorang pemuda berusia 14 tahun yang genius di bidang robotika. Sayangnya kemampuan itu hanya digunakan untuk bermain tarung robot liar. Sang kakak, Tadashi, yang juga jago di bidang tersebut berhasil membuat Hiro tertarik untuk mengembangkan potensinya setelah mempertunjukkan laboratorium di universitas tempatnya belajar.

Berkat dukungan kakaknya serta kerja keras siang malam, Hiro akhirnya berhasil mengembangkan ribuan unit robot mini yang bisa bergerak sesuai dengan imajinasi orang yang mengontrolnya. Sayangnya, penemuan ini berakibat fatal dan berujung pada tragedi yang membuat Hiro kehilangan semangat untuk melanjutkan misi kakaknya, yaitu membuat robot yang berguna bagi kemanusiaan.

BIG HERO 6

###

Gue sangat suka nonton film animasi jadi ketika melihat di bioskop ramai diputar film genre ini, gue pun memutuskan untuk memilih Big Hero 6 sebelum turun layar. Maklum saja, jelang Natal dan tahun baru gini pasti ramai film box office seliweran di bioskop. Awalnya gue pikir ini film tentang robot-robotan biasa yang lebih menarik minat anak kecil biasa atau pria muda penggemar komik dan anime. Ternyata gue salah, karena Big Hero 6 bisa dinikmati oleh siapa saja. Tua, muda, besar, kecil, pria, maupun wanita.

Terbukti, sepanjang jalannya film ini emosi gue diaduk-aduk sedemikian rupa seperti anak kecil kegirangan naik roller coaster. Buktinya di saat tokoh utama Hiro dan teman robotnya yang diciptakan sang kakak, Baymax, mengalami kesulitan gue ikut merasa sedih. Sementara di saat mereka mengalami kejadian konyol, gue ketawa ngakak. Ga perlu jadi penggemar anime untuk bisa menikmati film ini karena penggarapannya yang total mulai dari segi cerita, gambar, serta warna-warni ceria yang dibalut teknologi canggih 3D sudah pasti memukau semua kalangan penonton.

Tentu saja yang mencuri perhatian dalam film ini apa lagi kalau bukan tokoh Baymax. Robot unik dengan postur badan besar dan empuk, berwajah lucu polos dan memiliki kemampuan menyembuhkan serta merawat orang sakit. Baymax bukan saja robot yang terlihat sangat nyaman untuk dipeluk, tapi mungkin jadi idaman setiap orang. Gue rasa kalau Baymax benar-benar nyata dan dijual di toko elektronik pasti ramai dibeli oleh banyak keluarga muda yang punya anak kecil.

hero2

“On a scale of 1 to 10, how would you rate your pain?”

Gue suka dengan kelucuan-kelucuan yang digarap dengan rapi lewat dialog dan ekspresi wajah dalam film ini. Bahkan di saat Hiro dan Baymax mengalami situasi genting sekalipun, ada banyak hal yang mengundang derai tawa. Dengan badan gembul yang terbuat dari bahan vinyl lembut, Baymax jauh dari kesan robot gahar dan jagoan seperti gambaran robot pada umumnya.

Baymax malah terkesan seperti mahluk futuristik yang diciptakan untuk menjadi sahabat manusia dan dilengkapi dengan alat canggih yang bisa membantu mengatasi masalah. Karakter ini sedikit mengingatkan gue akan Doraemon, robot kucing dari Jepang yang popular di seluruh dunia. Di sisi lain, ekspresi Baymax yang datar serupa dengan Hello Kitty dan, di luar dugaan, keseriusannya dalam menangani bahaya bisa bersaing dengan tokoh Groot di film Guardians of the Galaxy.

Meski dengan ekspresi wajah datar, Baymax ternyata bisa membuat gue menangis saat dia membuat suatu keputusan penting demi Hiro. Asli gue ga pernah nangis sebelumnya hanya karena nonton film animasi. Well, oke, pernah deng waktu nonton Doraemon – Nobita’s Dinosaur (2006) dulu. Tapi kan ya itu film animasi Jepang dan gue punya ikatan emosional dengan Doraemon sejak kecil. Wajarlah kalau nangis. Sementara Big Hero 6 baru kali ini gue tonton, gue ga pernah membaca buku komiknya sebelumnya dan juga ga mencari tahu terlebih dulu latar belakang ceritanya sebelum nonton.

Big Hero 6 bukan sekedar film animasi dengan pesan moral biasa untuk anak-anak. Menurut gue, semua orang harus nonton film ini karena meskipun setting waktu dan tempatnya futuristik, konflik yang disajikan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari dan berlaku di segala jaman.

Intinya adalah bagaimana setiap orang bisa berbuat baik kepada semua orang tanpa kecuali dan hidup damai tanpa menyimpan dendam. Malahan sebenarnya kalau gue pikir lagi, ini konflik yang jamak ditemukan dalam hidup keseharian orang dewasa. Hanya saja dikemas dengan ringan, polos, dan menghibur.

Kalau kalian belum nonton Big Hero 6, gue sarankan untuk segera ke bioskop terdekat dan menyaksikannya segera. Yang sudah nonton, ga dosa juga kok buat nonton lagi untuk kedua atau ketiga kalinya, hehehe~

BIG HERO 6

hero6

Quotes: It is okay to cry. Crying is a natural response to pain. (Baymax)

Use Facebook to Comment

comments

No Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: