[Review] I Fine Thank You Love You

I-Fine_Thank-you_Love_you

I Fine Thank You Love You (2014)
Duration: 122 minutes
Casts: Preechaya “Ice” Pongthananikorn, Sunny Suwanmethanont,
Two Popetorn Sunthornyanakij, Sora Aoi
Screenplay by: Mez Tharatorn,
Chaiyapruk Chalermpornpanich, Benjamaporn Srabua
Directed by: Mez Tharatorn

Intisari: Pleng (Preechaya Pongthananikorn) dikenal sebagai tutor Bahasa Inggris yang cantik dan pintar. Suatu hari, salah satu muridnya yang bernama Kaya (Sora Aoi) meminta bantuannya untuk memutuskan pacarnya, seorang pria Thailand bernama Gym (Sunny Suwanmethanont) yang tidak bisa berbahasa Inggris. Kaya ingin berpisah sebab dia akan pindah ke Amerika Serikat untuk bekerja di sana.

Mendengar pemutusan sepihak ini, Gym tidak terima dan memaksa Pleng untuk mengajarinya Bahasa Inggris agar bisa menyusul Kaya ke Amerika Serikat. Namun, mengajar Gym tidak mudah dan Pleng harus membagi konsentrasinya, terutama ketika salah satu muridnya yang bernama Pruek (Two Popetorn Sunthornyanakij) memintanya untuk berpacaran.

10519768_742495102486062_5579933723157332210_n

# # #

Gue suka banget sama film ini! Awww, Thai movies never fail to capture my heart! Segala yang ada di film ini mulai dari aktor dan aktrisnya, plot, setting tempatnya yang berwarna pastel, dan semua kelucuan yang menggelitik perut benar-benar sukses menghibur gue. Sepanjang nonton, gue nyaris ga berhenti ketawa.. minimal senyum-senyum jijay saking kocak dan romantisnya film ini.

Memang ada beberapa jokes yang terkesan slapstick dan bukan lagi hal yang baru. Tapi entah kenapa ini ga mengurangi kelucuan film tersebut yang melancarkan serangan-serangan humornya tepat waktu dan tepat sasaran. Ide cerita yang sederhana dan terinspirasi dari sebuah kejadian lucu hasil pengamatan sang produser, Jira Maligool, menjadi keunggulan film ini.

Ceritanya suatu hari Jira sedang duduk-duduk nongkrong di sebuah kafe dan ga sengaja menguping percakapan antara seorang tutor Bahasa Inggris dengan muridnya yang duduk tak jauh dari mejanya. Menurutnya, percakapan antara tutor dan muridnya tersebut sangat lucu. Ia pun terpikir untuk mengangkat hasil pengamatannya itu menjadi sebuah film yang akan menghibur banyak orang. Makanya ga heran ada banyak adegan belajar mengajar antara Pleng dan Gym di sebuah kafe ternama yang ternyata menjadi salah satu dari deretan sponsor film ketiga Mez Tharatorn ini.

Insting sang produser yang tajam dalam menangkap momen serta kepiawaian sang sutradara dan para penulis skrip untuk menerjemahkan gagasan tersebut menjadi sebuah karya layar lebar ternyata membawa keberuntungan. Terbukti “I Fine Thank You Love You” meraup untung lebih dari 29 juta Baht di minggu pertama pemutaran perdananya. Ga berlebihan bila Mez dan Ice Preechaya yang hadir pada premiere screening film ini di Blitzmegaplex, Grand Indonesia pada Sabtu, 17 Januari lalu berharap agar filmnya diterima dengan baik di Indonesia.

MC, sutradara Mez Tharatorn, aktris Ice Preechaya, dan penerjemah Bahasa Thailand berfoto bersama setelah jumpa pers di Blitzmegaplex Grand Indonesia pada Sabtu, 17 Januari 2015 lalu. (dok. dearmarintan)

MC, sutradara Mez Tharatorn, aktris Ice Preechaya, dan penerjemah Bahasa Thailand berfoto bersama setelah jumpa pers di Blitzmegaplex Grand Indonesia pada Sabtu, 17 Januari 2015 lalu. (dok. dearmarintan)

Penggemar film Thailand memang belum sebanyak penggemar film box office Hollywood. Namun pangsa pasarnya jelas dan kebanyakan kaum remaja dan dewasa muda kelas menengah ke atas. Itu sebabnya setiap kali ada pemutaran film perdananya bersama para aktor, aktris dan sutradara film Thailand, bioskop Blitzmegaplex ga pernah sepi pengunjung. Bahkan bisa dipastikan ramai penonton yang datang, sudah seperti pasar deh saking ramainya.

Dari segi cerita, menurut gue film ini hanya diselingi beberapa kekurangan minor yang ga terlalu mengganggu pemandangan. Bicara tentang akting, Ice Preechaya sudah sangat tepat memerankan tutor Bahasa Inggris yang cantik, pintar, sedikit naïf, sekaligus menggemaskan. Gerak-gerik serta perubahan ekspresi wajahnya yang bisa terjadi setiap saat membuatnya kelihatan lucu tanpa harus banyak berusaha.

Sunny Suwanmethanont yang menjadi lawan mainnya, meski entah mengapa kurang terasa chemistrynya dengan Ice, sudah berakting dengan cukup baik. Wajah ganteng yang merupakan hasil darah campuran itu membuat gue agak sedikit sulit mempercayai bahwa Sunny ga bisa berbahasa Inggris sama sekali. Akan terlihat lebih natural kalau saja Chantavit Dhanasevi, yang menjadi lawan main Ice Preechaya di ATM: Er Rak Error, yang memerankannya. Juga chemistry dengan sang aktris pun akan lebih terasa mengena. Well, ini mungkin hanya perasaan gue aja sih ya..

Terlepas dari kurangnya chemistry di antara aktor dan aktris utama tersebut, kehadiran para pemeran pendukung lainnya sangat menghibur dan cukup mampu menambal kekurangan di sana-sini. Meski lucu, menurut gue film ini kurang layak ditonton oleh anak di bawah umur atau remaja berusia kurang dari 18 tahun. Sebab ada banyak humor implisit dan eksplisit di sini yang sarat dengan unsur seks.

Tapi kalau gue berusia di bawah 18 tahun sekalipun, sepertinya gue akan tetap menonton film ini di bioskop karena ya emang kocak, romantis, dan menghibur banget. Paling-paling gue akan nonton sendirian, karena kalau ngajak temen atau gebetan bisa-bisa geli sendiri deh mereka. Soalnya sepanjang nonton gue ga bisa nahan ketawa atau jerit tertahan saking banyaknya adegan lucu sekaligus menjijikkan. Hihihihi~

Ada terlalu banyak adegan favorit di film ini, sampai-sampai gue akan kebingungan menjawabnya kalau ditanya. Untuk adegan kocak, gue ketawa ngakak di bagian akhir saat tokoh Gym mengikuti wawancara untuk seleksi pegawai yang akan dikirim bekerja ke Amerika Serikat. Sedangkan untuk adegan romantisnya, favorit gue adalah ketika Gym dan Pleng mendengarkan sebuah lagu romantis dan keduanya saling menerjemahkan liriknya yang sangat mengena dengan situasi hubungan mereka saat itu.

Pokoknya, gue suka semua adegan yang ada di film ini. Ya adegan lagi galau, adegan lagi bahagia, atau sedih sekalipun. Semuanya pas pada porsinya dan kemunculan satu adegan menuju adegan lainnya pun dijalin dengan cukup rapi. Overall, film ini layak ditonton bagi penggemar maupun yang sama sekali belum pernah nonton film Thailand. The movie title may be grammatically incorrect, but the heartwarming plot is a lot like love. A universal language that needs no explanation.

Buat yang ga sabar pengen nonton film ini, bisa lihat dulu trailer internasionalnya yang berbahasa Inggris berikut ini. “I Fine Love You Thank You” bisa ditonton di bioskop Blitzmegaplex mulai tanggal 24 Januari 2015 mendatang.

10169393_742494905819415_5198558327969178959_n

10710220_751368791598693_5558280866513013996_o

Quotes: I believe everything can be fixed and made to work again. You will regret if you don’t choose me. (Gym)

Use Facebook to Comment

comments

1 Comment

  • Aurum Mayang November 9, 2015 at 8:06 am

    Hi Mba,
    Wah, baru tau aku kalau mba punya blog sendiri untuk review film.
    Aku juga seneng nonton film, dan ngga kepikir sebelumnya kalau film Thailand bakalan semenarik ini, makasi mba, bisa nambah referensi berburu film minggu ini.

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: